Berbagi Tips Komputer, Blogger, Dan Android

Sunday, November 2, 2014

Letnan Anwar, Pejuang Sekaligus Pengemis Yang Jadi Bahan Lelucon Sosial Media


Letnan Anwar-Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Apakah Indonesia adalah bangsa yang besar? Seorang Letnan

TNI Purnawirawan menjadi bahan lelucon di sosial media.

Seperti dilansir Koran Pos Metro, dikutip dari blog Komunitas Pecinta Pejuang Indonesia (KCPI), ia bernama Letnan TNI (Purn) Anwar. Saat berita itu dinaikkan pada tanggal 28 Juli 2008, ia sudah berusia 94 tahun. Belum diketahui keberadaannya kini.

Yang jelas fotonya dengan tambahan kata-kata “Minta chip paaak!!! Dari tadi belum main ” dan disertai gambar laptop (editan tentunya) sempat ramai menjadi bahan lelucon masyarakat dunia maya.

Tapi kalau orang tahu siapa dia sebenarnya, tentu saja kita sebagai manusia normal harus miris. Selain sebagai orang tua yang harus kita hormati, beliau itu termasuk angkatan pejuang kemerdekaan RI. Bukan main-main jasa Beliau terhadap bangsa ini!

Nasib berkata lain, rumah tak ada, penghargaan negara kepadanya tak ada, gaji pensiun tak ada, hidup pun sebatang kara. 10 tahun sudah Anwar berprofesi sebagai pengemis di Simpang Kandang, Padang Sumatera Barat.

Menurut penuturannya, istri dan anaknya, waktu itu masih bayi dalam kandungan, meninggal mengenaskan. Kejadian sedih tahun 1960-an itu sangat membekas di hatinya. Bukannya apa-apa, sang bayi dalam kandungan meninggal karena kekurangan gizi!

Kembali ke era perjuangan. Puluhan tahun lalu Anwar adalah seorang Komandan Kompi yang sangat disegani. Kompi yang dipimpinnya bergerak bergerilya kesana kemari, melakukan perlawanan keras terhadap Belanda di wilayah Sumatera Selatan.

Soal peluru nyasar? Jangan tanya. Itu hal biasa baginya. Anwar lalu menunjukkan bekas lubang peluru yang masuk ke kaki kanannya.

Anwar muda juga pernah tertangkap dan digelandang oleh Belanda ke penjara mereka yang terkenal sangat sadis dan sangat tidak manusiawi.

Jadi pada tahun 1946 nasibnya lagi apes. Saat bergerilya di perlintasan Padang-Payakumbuh Anwar kena gerebek pasukan Belanda. Mudah bagi Belanda menangkap Anwar, wong amunisi pasukannya menipis.

Digebugin? Pastilah, namanya juga sadis. Ia juga harus berhadapan dengan belati yang mengiris-iris kulitnya.  Minum kencing Belanda adalah hal biasa kalau ia kehausan. "Untuk minum, mereka memberi air putih yang di campur kencing," ujarnya.

Tapi Anwar tetap pada pendiriannya, perjuangan membela negara adalah hal paling nomor satu dalam hidupnya.

Itulah alasan Anwar bergabung dengan TNI. Sebelum bergabung dalam gerakan perjuangan mengusir penjajah, hidup Anwar sebenarnya sudah enak. Ia adalah seorang pelaut.

Tak main-main, dia pernah bekerja menjadi awak kapal Jerman dari tahun 1932 hingga 1939. Berbagai negara di dunia sudah ia kunjungi. Tentu tak semua orang Indonesia yang bisa memiliki profesi seperti Anwar, apalagi di masa-masa seperti itu.

Ternyata hidup “enak” tak membuat hatinya puas. Kepuasan baginya adalah ketika Indonesia menjadi negara yang merdeka seratus persen. “Naluri kebangsaanlah yang memanggil jiwa ini untuk ikut berjuang," tegasnya.

Alasan itu pulalah yang membuatnya tak menyesali perlakuan negara yang seolah melupakan begitu saja jasa-jasanya.

Jangankan gelar pejuang veteran, ia bahkan tak pernah menerima tanda jasa layaknya seorang pahlawan yang sudah bertempur di mendan perang.  “Biarlah hanya makan sehari yang penting bangsa ini merdeka," tegasnya lagi.

Pak Anwar, di mana pun Anda berada kini, tolong maafkan kami yang telah tidak sopan menertawakan Bapak. Maafkan juga negara ini, karena sama sekali tidak mengingat perjuangan Bapak.

Previous
Next Post »

1 komentar:

jasa iklan delete May 2, 2017 at 11:30 PM

terkadang sedih melihat hal seperti ini, karena banyak yang menggunakan foto orang untuk membuat meme tanpa izin dan juga tanpa tahu latar belakang orang yang dijadikan meme tersebut. semoga dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua agar menghargai sesama

Dilarang Spam , Flood , Junk , Sara , Link Aktif Dsb.

 
Back To Top